oleh

PT. Nagata Dinamika Hidro Kerja Dan Memberikan Kesejateraan Masyarakat.

-Toraja Utara-73 Orang Melihat

Kadanta News.Com Torut –  Pandangan dan tangapan beragam terhadap  PT.Nagata Dinamika Hidro yang di sampaikan oleh masyarakat atau oknum- oknum yang merasa di rugikan mulai muncul titik terang.

PT. Nagata selama 2 tahun  diam dan tak banyak berbicara kepublik hanya kerja dan kerja mengejar target sesuai kontrak kerja.

Hal ini membuat banyak tangapan serta suara- suara yang mengusik jalanya kegiatan PT Nagata Dinamika Hidro baik  yang merasa Tokoh dan punya pengaruh di daerah ikut angkat bicara adanya pekerjaan serta mengungkit  kerugian yang di alami masyarakat.

Saat Media Kadanta News Com Berkunjung kelokasi untuk  menemui pimpinan PT. Nagata Dinamika Hidro ternyata berada di luar Toraja ada pangilan .

Media Kadanta News.Com ijin kepetugas untuk bisa masuk  melihat situasi di sekitaran PT. Nagata Dinamika Hidro   mulai titik awal hingga ke titik akhir.

Pantauan Media kadanta News Com ada banyak hal tidak sesuai cerita dan pendengaran  yang terjadi di lapangan

Temuan terbalik di dapati tentang tenaga kerja untuk orang pribumi ( anak Toraja) 80% dan tenaga dari luar (cina dan Jawa) hanya sekitar 20% yang bekerja di perusahaan PT. Nagata Dinamika Hidro.

Lahan yang di lalui jalan atau sekitarnya yang terkenak imbasnya sudah di berih ganti rugi dan di perbaiki sesuai kesepakatan.

Kebakaran lahan warga akibat dari produksi listrik, PT. Nagata Dinamika Hidro  nyatanya Belum beroperasi listrik hingga saat ini

Sawah yang di persoalkan dengan luas kurang lebih 50 x 30 dengan penawaran dari pemilik sawah ke PT Nagata Dinamika Hidro  dengan harga 6 meliar  yang di rusak ternyata tidak terganggu bahkan lebih aman dan bertambah luas.

Mengenai limbah, PT. Nagata Dinamika Hidro yang mencemari dan mengotori sungai dan  sawah warga  saat ini belum beroperasi dan alat-alatnya belum selesai terpasang hingga saat ini

Ungkapan masyarakat Ma’dong yang di temui Media Kadanta News.Com  baik di sekitar maupun para tenaga kerja mengungkapkan adanya suara-suara yang mengusik PT.Nagata Dinamika Hidro selama ini sangat disesalkan.

PT. Nagata Dinamika Hidro dituduh telah mengibuli warga di Lembang Ma’dong.

Tuduhan tersebut berawal Soal Ganti Rugi Lahan Warga, Analisis Dampak Lingkungan Serta beberpa janji yang tidak terpenuhi.

Menanggapi polemik tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Toraja Utara, Julianto Mapaliey angkat bicara.
Ia terpanggil dan beritikad baik untuk mencari jalan keluar dan tidak hanya melakukan Pencitraan.

DPRD Toraja Utara  Di antaranya, Ketua Nober Rante Siama, Wakil Ketua Samuel Lande, Anggota Fredy Bato’ Arung, Stefanus Sarese, Saparuddin, Serta Erni Demma Pali, sudah melakukan kunjungan ke lokasi proyek dan bertemu dengan pemangku kepentingan, baik itu wakil perusahaan, pemerintah maupun masyarakat. Kami melihat di lapangan apa yang sudah dan sementara dilakukan. Dari sisi pengaduan masyarakat.

Julianto meminta perusahaan menyelesaikan kewajiban jika masih ada. Dan tentu yang wajar dan saling menguntungkan, Ucap Julianto.

Julianto Menambahkan, satu sisi kita mendukung masyarakat, Di sisi lain kita juga harus mendukung investor. Masyarakat untuk mendapat keuntungan  antara lain rekruitmen karyawan dan nantinya CSR perusahaan.
Mengenai kebakaran yang katanya karena arus listrik, setahu DPRD, PT Nagata belum produksi listrik, juga mengenai tambang galian c besar besaran itu tdk benar, mereka mengelolah sesuai kebutuhan proyek

Kalau masalah adminisrasi itu bukan domain kami, Tapi marilah kita berpikir positif saja karena jika PLTMH Ma’dong Ini beroperasi nantinya akan memberi kontribusi bagi daerah dan juga masyarakat setempat, tegas Julianto.(*)Knc

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *